Peran Media Sosial dalam Komunikasi Pemasaran Terpadu #31harimenulis [DAY 20]



                Dalam memproduksi suatu layanan jasa ataupun produk barang, semua perusahaan membutuhkan yang namanya pemasaran. Pemasaran dibutuhkan agar konsumen dapat mengetahui produk atau layanan yang ditawarkan sehingga mereka dapat memutuskan untuk membeli layanan tersebut atau tidak. Ketika penyampaian informasi mengenai produk lebih jelas, lebih besar kemungkinan konsumen target untuk menggunakan produk yang kita tawarkan.
                Pada masa kini, pola pemasaran sudah lebih kompleks dan melibatkan banyak interaksi dengan konsumen menggunakan segala media. Pola pemasaran tersebut dikenal dengan Komunikasi Pemasaran Terpadu (Integrated Marketing Communication). Komunikasi pemasaran terpadu adalah sebuah proses perencanaan marketing komunikasi yang memperkenalkan konsep perencanaan komprehensif untuk mengevaluasi peranan strategis dari berbagai elemen komunikasi pemasaran, seperti public relation, advertising, direct selling, sales promotion, dan interactive marketing, untuk memberikan kejelasan, konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum (Wikipedia, 2013).
                IMC sangat dibutuhkan dalam promosi suatu produk atau layanan jasa. Kita sering melihat perusahaan yang menjual produknya namun kurang diminati atau diketahui oleh konsumen targetnya. Hal ini kemungkinan disebabkan komunikasi pemasaran yang kurang efektif. Untuk itu IMC hadir sebagai jalan agar komunikasi antara produsen dan konsumen produk berjalan dua arah, bukan hanya satu arah sebagaimana iklan di TV.
                Bentuk IMC bukan hanya sekedar iklan, namun jauh lebih luas daripada itu. IMC menggunakan semua unsur marketing communication untuk menjangkau konsumen target. Semua pesan atau berita komunikasi marketing– seperti halnya advertising, sales promotion, direct marketing, public relations, special events,trade shows,bertujuan satu yaitu menempatkan bagian terpenting dari informasi yang ingin kita sampaikan di benak konsumen atau pemakai dengan harapan akan memengaruhi keputusan mereka dalam membeli saat itu atau di saat yang akan datang (Ayopreneur, 2011). Penggunaan bentuk-bentuk komunikasi pemasaran di atas bertujuan agar kita tidak hanya memberi pesan kepada konsumen, tetapi kita juga mendapat tanggapan atau respons langsung. Dengan tanggapan ini diharapkan kita dalam mengevaluasi produk kita sesuai dengan perkembangan minat konsumen.
                Media sosial kini dapat dimanfaatkan juga untuk IMC. Melihat banyaknya pengguna media sosial yang aktif setiap saat, sarana ini menjadi wadah yang tepat untuk mengaplikasikan pemasaran secara luas. Elemen komunikasi pemasaran seperti advertising, public relation, direct selling, sales promotion, interactive marketing dapat menggunakan media sosial sebagai sarananya.
                Mengapa memilih sosial media? Sosial media dipilih karena penggunanya banyak dan beragam. Ketika misal kita membuat iklan di media sosial, maka bisa saja seluruh dunia mengetahui iklan yang kita buat. Apalagi jika produk atau layanan yang ditawarkan adalah suatu produk yang universal, di mana setiap orang dapat menggunakannya. Media sosial juga menyampaikan informasi dengan cepat. Kita tidak perlu menunggu keesokan hari untuk melihat iklan kita tampil di koran. Dengan media sosial, kita bisa langsung melihat iklan kita tampil pada saat itu juga.
Dengan media sangat mungkin juga bagi kita mendapat konsumen baru melalui testimoni konsumen lama. Misalnya kita menjual suatu baju yang bisa di custom. Kita menggunakan Instagram sebagai media pengiklanan kita. Konsumen A telah beberapa kali memesan produk baju kita dan ia merasa puas terhadap pelayanan kita. Suatu hari mungkin saja ada kerabat A yang membutuhkan produk baju untuk dipesan. A yang mengetahui bagusnya produk kita akan menyarankan kerabatnya untuk membeli produk kita, misalnya dengan meng-tag username kita pada komen foto di Instagram kerabatnya. Hal seperti itu akan membuat jumlah konsumen meningkat.
Aktivitas public relation pun bisa dengan media sosial. Pada dasarnya staf PR adalah sebuah jembatan antara perusahaan atau organisasi dengan masyarakat. Seorang PR bisa berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung, maupun melalui media massa. Tetapi dengan media sosial, kegiatan tersebut akan menjadi lebih interaktif. Suatu perusahaan dagang bisa membuat akun Twitter resmi ataupun sebuah Fanpage Facebook. Kedua contoh media sosial itu bisa digunakan perusahaan untuk memberi informasi terkait produk, bisa juga untuk menampung saran dan kritik konsumen, serta melakukan survei terkait kepuasan pelanggan dan keinginan konsumen terhadap produk kita.
Media sosial yang berupa chat adalah media yang paling santer digunakan untuk direct selling. Pemasaran dengan menggunakan media chat biasanya digunakan setelah pelanggan melihat katalog barang atau jasa. Sebagai contoh, ada suatu perusahaan yang menjual sepatu. Perusahaan tersebut melakukan pemasaran dengan memposting gambar-gambar produknya di Instagram. Bagi pelanggan yang tertarik dengan produk tersebut biasanya akan diarahkan untuk pemesanan melalui chat, bukan di Instagram langsung. Media chat yang digunakan biasanya WhatsApp, BBM, atau Line. Dalam media chat itu pelanggan dan penjual akan bertukar informasi mengenai proses transaksi. Walaupun lebih banyak digunakan untuk proses transaksi, tak jarang juga media chat digunakan untuk promosi barang. Promosi barang di media chat biasanya menggunakan sistem broadcast atau posting di timeline media chat tersebut.
Sifat media sosial yang menyediakan komunikasi dua arah secara live juga memberikan kesempatan pada penjual untuk melakukan interactive marketing. Pemasaran secara langsung memang efektif dan dapat meraih banyak konsumen, Namun dengan media sosial, raihan konsumen dapat lebih banyak. Dalam media sosial antara penjual produk dengan konsumen dapat berkomunikasi secara langsung. Penjual bisa memberikan informasi produk dan memersuasi konsumen agar tertarik dengan produknya. Konsumen juga bisa langsung mengutarakan apa yang mereka inginkan terhadap produk. Keluhan mengenai produk juga bisa langsung disampaikan sehingga menjadi evaluasi bagi penjual.
Kegiatan IMC seperti sponsorship dan event marketing juga dapat dibantu melalui media sosial. Sponsorship adalah kegiatan suatu perusahaan untuk membiayai suatu kegiatan dengan imbalan nama perusahaan akan terpampang pada acara tersebut. Sedangkan pengadaan acara dari suatu perusahaan juga merupakan bentuk pengenalan perusahaan dan produknya kepada masyarakat. Lalu apa peran media sosial pada kasus ini? Media sosial dapat dijadikan wadah promosi acara tersebut sehingga banyak konsumen atau pelanggan target yang akan datang, dan secara tidak langsung hal ini juga akan mempromosikan produk dari perusahaan itu sendiri.
Sebagai kesimpulan, media sosial berperan sangat membantu dalam IMC. IMC memang merupakan pola marketing yang dapat menggunakan segala media yang terpadu. IMC dapat menggunakan media massa seperti koran, televisi, dan radio. Komunikasi secara langsung juga salah satu bentuk aplikasi IMC. Tapi ditambah dengan media sosial maka IMC akan jauh lebih efektif. Karena media sosial kini menjadi bagian hidup dari setiap orang. Orang-orang banyak berkomunikasi menggunakan media sosial. Perusahaan pun dapat menggunakan media sosial untuk ajang promosinya dan berkomunikasi dengan konsumen dan pelanggan target. Dengan begitu IMC akan lebih efektif.

Referensi

Ayopreneur. (2011, Oktober 1). Apa Itu Intergrated Marketing Communications? Diambil kembali dari http://www.ayopreneur.com/penjualan-dan-pemasaran/apa-itu-integrated-marketing-communications
Pentingnya Pelaksanaan Komunikasi Pemasaran Terpadu Bagi Bisnis Anda. (2015, April 7). Diambil kembali dari Fortune Indonesia: http://fortuneindo.com/read/blog/pentingnya-pelaksanaan-komunikasi-pemasaran-terpadu-bagi-bisnis-anda/
Wikipedia. (2013, Desember 29). Komunikasi Pemasaran Terpadu. Diambil kembali dari Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_pemasaran_terpadu


Comments

Popular Posts