What Religion Do I Embrace? Part II #31harimenulis [DAY 16]

                Gua akan jelasin dulu bagaimana pandangan gua terhadap iman Kristen awalnya, sejak masih awam banget. Jadi dalam ajaran Islam kita mengenal Yesus atau Isa (it’s only about language, Alquran bahasa Inggris makenya Jesus kok bukan Isa) sebagai Rasul ke 24 sebelum Muhammad yang merupakan Rasul ke 25. Sebagai seorang Rasul, Isa memiliki berbagai macam mukjizat dan keunikan, mulai dari dilahirkan tanpa ayah (Islam doesn’t recognise Joseph), bias berbicara saat bayi, menyembuhkan orang dengan berbagai penyakit, membangkitkan orang mati, sampai pada kisah kenaikanNya (about the crucifixion, there are different interpretations in Muslims).
                Kita menganggap segala kelebihannya tersebut adalah berasal dari Allah, Karena Muslim memang percaya bahwa setiap Rasul jika memiliki mukjizat adalah dari Allah, bukan dirinya sendiri. Dan oleh karena itu, keunikannya dilahirkan oleh seorang perawan dan berbagai mukjizat yang dilakukannya tidak menjadikannya Allah. Meski begitu Muslim tetap menganggap dia sebagai Mesias akhir zaman, hal itu dinyatakan dari panggilannya di Quran sebagai Isa Al-Masih (Isa Sang Mesias/Jesus Christ). Dalam Alquran pun hanya ada 2 tokoh yang memiliki gelar Al-Masih, yaitu Isa dan Dajjal, yang mana dinubuatkan pada akhir zaman Isa akan mengalahkan Dajjal dan menunjukkan bahwa ia adalah jalan yang benar dan menyelamatkan umat beriman.
                Dari sini ada satu yang gua pertanyakan dan gua udah bertanya ini ke bokap maupun guru-guru gua selama masa sekolah. Alquran begitu menggambarkan Isa dengan berbagai kelebihan, mulai dari cara hadirnya ke dunia yang sangat special, juga perannya yang sangat special. Lalu mengapa perlu ada Muhammad? I mean like, we believe at the doomsday the one who will save us is Jesus, not Muhammad. Kenapa ga Muhammad, kan dia nabi terakhir? Kan dia bisa dibilang foundernya Islam, kenapa dalam islam juga percaya yang menyelamatkan saat kiamat nanti Isa? Dan sampai saat ini belum ada jawaban yang bikin gua puas. Jawaban mereka simple aja, ya karena itu tertulis di Quran, dan memang kehendak Allah begitu, kita harus percaya sama Quran. Ya memang sebenarnya juga ga kenapa napa sih kalo Muhammad itu pendiri Islam tapi Islam percaya di akhir zaman yang turun lagi isa bukan Muhammad, cuma ya asing aja menurut gua.
                Ada beberapa misunderstand yang dilakukan muslim terhadap ajaran Kristen. Umumnya orang Islam yang belum sama sekali belajar Kristen akan memiliki poin-poin pemikiran sebagai berikut :
·         Orang Kristen menganggap Yesus sebagai anak Allah karena Maria melahirkan tanpa persetubuhan, berarti ayahnya Yesus ya Allah (literally dianggap sebagai anak biologis sebagaimana makhluk hidup bereproduksi)
·         Allah tidak mungkin mempunyai anak, jadi Yesus bukan anak Allah, lagian kalo Yesus itu Allah, masa Allah lebih dari 1
·         Injil adalah firman Allah yang diwahyukan ke Isa, dan injil yang asli udah korup entah kemana, injil yang sekarang itu editan
·         Kalo Yesus emang Allah, kenapa dia disalib, dia ga punya kekuatan buat menghindari salib?
·         Orang Kristen itu mentang-mentang dosanya udah ditebus, mereka ga melakukan ajaran Allah lagi (hukum dalam kitab-kitab Taurat)
·         Isa itu datang untuk menggenapi hukum yang dibawa Musa, begitu juga Muhammad hadir untuk melengkapi ajaran Isa, jadi seharusnya ajaran Kristen sejalan dengan ajaran Islam. Tapi sekarang kan keliatan beda banget, nah itu tuh karena injilnya udah diedit
·         Orang Kristen kafir, karena dia menduakan Allah dan menganggap Isa adalah anak Allah
·         Kitab itu cuma ada 4 : kitab Taurat yang dibawa Musa, Zabur (Mazmur) oleh Daus, Injil oleh Isa, dan Alquran oleh Muhammad
                Kurang lebih begitu yang orang muslim dan gua juga ketahui ketika gua belum sama sekali mengenal iman Kristen. But after I learnt it all, I have a new amazing perspective.
                Di SMP, gua punya beberapa teman dekat (bisa dibilang sahabat juga) yang orang Kristen. Salah satunya beneran deket dengan gua. So gua ga malu-malu buat tanya tentang ketuhanan Kristen ke dia. Before I asked her, I had read some articles explaining The Father, The Son, and The Holy Spirit. Gua tanya ke dia
A : ji, Tuhan di Kristen itu 3 ya?
B : hah? Maksudnya?
A : Iya itu kan ada Bapa, Putra, dan Roh Kudus
B : Oooh itu, engga lah Tuhan itu tetep satu, pribadinya aja yang tiga
A : *masih ga ngerti* maksudnya? Itu kan ada 3 pribadi berdiri sendiri-sendiri jadi ada 3 Tuhan dong (Trinity doctrine was extremely new to me, as I never had any idea about God being One and also Three at the same time)
B : Engga, Tuhannya tetep 1, Allah itu esa, tapi pribadinya yang 3.
A : pribadi gimana? Ga ngerti gua
B : Pribadi itu kaya semacam peran, kaya lo misalnya lagi main drama. Atau misalnya gini deh, lo punya peran sebagai anak dari orang tua lo kan? Nah lo juga punya adek, disitu lo berperan sebagai kakak. Lo juga sekolah dan memiliki peran sebagai murid kan. Tiap-tiap peran itu punya tugasnya masing-masing. Kaya sebagai anak, lo harus berbakti ke orang tua. Sebagai kakak, misalnya lo bantu ngajarin adek lo. Dan sebagai pelajar, lo punya tugas buat belajar. But after all dari 3 peran itu, lo tetep lo yang satu kan, bukan lo ada 3. Nah kaya gitu.
A : *manggut-manggut* *mulai paham tapi masih bingung*
                Bisa gua bilang, sahabat gua itulah orang yang pertama kali mengenalkan gua pada Trinitas pas kelas 8 SMP. Ide mengenai Tuhan yang memiliki 3 pribadi yang tetap satu adalah hal yang bagi gua sulit dibayangkan pada awalnya. Gua menganggap hal itu sangat rumit, mengingat di Islam ga ada ajaran kaya gitu. Tuhan ya satu, tunggal, namun memiliki kuasa dan jangkauan yang tak terbatas. Namun setidaknya penjelasan dia mampu mengubah pikiran gua yang awalnya menganggap Kristen adalah politeisme dan tapi ternyata monoteisme juga.
                But, balik dulu sebentar ke kelas 7. Gua sempat meragukan kembali eksistensi Tuhan. Salah sih kalo lo bilang gua ateis pada saat itu, gua lebih senang menyebutnya agnostic. Alasannya ya karena gua merasa melihat orang muslim bisa berhasil bisa juga gagal, demikian orang di luar muslim. Kalo Tuhan itu exist dan dia menciptakan suatu religi pasti keliatan dong mana umat yang akan sukses hidupnya dan mana yang tidak, karena pikiran gua saat itu kalo Tuhan menciptakan agama B, maka hanya pemeluk agama B aja yang bahagia hidupnya, sementara pemeluk agama lain akan merana. But not long, I found reasons why God exist, and I really believe it until now!
                Saat SMP tersebut, gua masih sepenuhnya percaya akan iman Islam, namun membuka diri untuk mempelajari agama lain. Gua percaya, namun masih memiliki sedikit kegelisahan semacam “bener ga sih agama yang gua peluk”. I mean like everybody embraces different religion, and all of them believe that the one that they believe is the right one. Kepercayaan mu akan ajaran islam adalah ajaran yang benar sama tingginya sebagaimana orang Kristen percaya ajaran agamanya lah yang benar. From there, I wanted to know more about other religion, especially Christianity.

Comments

  1. "I mean like everybody embraces different religion, and all of them believe that the one that they believe is the right one." ini bener banget yo. Emang kadang membuka perspektif dari mata orang lain tentang dunia itu salah satu jalan dari pengetahuan. That's why I'm always eager to learn about other religions in their way to seek peace and The Greatest Spirit above. There's no right religions, but love and peace within humanity.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts