Tentang Rio Damar, LGBT, dan Ask.fm #31harimenulis [DAY 10]





Posting Ask.fm Rio Damar

            Bagi kita yang sering menggunakan Ask.fm mungkin tidak asing dengan tokoh Rio Damar. Postingannya mengenai LGBT kerap kali menimbulkan banyak reaksi dari pengguna lainnya. Tak hanya pujian, hujatan pun dia dapat sebagai respon postingnya. Berikut adalah contoh postingnya yang akan saya bahas.

(diposting pada 14 April 2015 20:51 GMT)
Posting kedua (kelanjutan dari posting pertama) : http://ask.fm/Rio_damar/answers/126781194467

(diposting pada 14 April 2015 21:57 GMT)

            Kedua posting di atas merupakan answers Rio Damar atas questions yang diterimanya melalui akunya. Posting tersebut berisi buah pemikirannya mengenai kedudukan homoseksual dalam Islam melalui perspektif lain. Dalam setiap postingnya ia menekankan bahwa homoseksual bukanlah suatu dosa dalam Islam. Hal inilah yang sering menimbulkan reaksi dari netizen terhadap pemikirannya yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya.
            Rio Damar bukan satu-satunya pengguna Ask.fm yang menuai reaksi seperti itu. Masih banyak akun yang juga memuat tulisan yang pahamnya berbeda dengan mayoritas. Sebagian orang mendukung pemikiran seperti itu sebagian lagi mengecam.
            Dalam postingannya tersebut, ia menegaskan bahwa pemahaman homoseksual yang selama ini diterima adalah salah. Quran harus dimengerti melalui konteksnya, bukan hanya teksnya saja. “Pemahaman ttg homoseksualitas di Islam yg dikenal orang saat ini dikembangkan oleh para ulama dg capaian ilmu pengetahuannya dan keyakinannya masing2. Tidak ada ketetapan langsung dari Nabi Muhammad SAW ttg homoseksualitas(Damar, @Rio_damar, 2015).
            Keilmuan mengenai seksualitas modern perlu diterapkan dalam menafsirkan Quran. Ulama-ulama pada masa sebelumnya cenderung menafsirkan “liwath” sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pendidikannya pada masa itu. Menurutnya, liwath diartikan sebagai tindak pemerkosaan yang merupakan perilaku seksual yang buruk, berbeda dengan homoseksual yang merupakan orientasi seksual. Melalui perspektifnya, yang merupakan dosa adalah pemerkosaan, bukan orientasi seksual yang berupa homoseksual tersebut.
            Dalam postingnya ia menjelaskan perspektif lain dalam memahami kisah Luth di Sodom & Gomorah.
Sodom-Gomorah diceritakan sebagai kota yg mengekspoitasi seksualitas, bukan ttg homoseksual saja … . Kegiatan seksual pun dimasukkan ke dalam undang2. Misalnya, pria yg tertangkap tidur dengan istri orang boleh dipermalukan dengan cara disodomi di depan publik. Alkisah, ada malaikat tampan yang diutus ke sana untuk merayu istri seseorg. Tertangkaplah malaikat itu oleh sang suami dan suami tersebut mempermalukan utusan malaikat dengan menyodominya di dpn publik, karena mmg hukumnya begitu. Gara2 ini tuhan marah dan mengirimkan laknat. Kalau dilihat melalui kacamata pemahaman seksualitas yang modern, hal yang diceritakan di situ bukanlah mengenai homoseksual, melainkan perilaku seksual. … . Perilaku seksual yang dilakukan demi merendahkan dan mempermalukan martabat orang lain secara publik. Liwath yang dipahami sebagai praktik sodomi tidak bisa dlepaskan dr konteks pemerkosaan, bukan homoseksual(Damar, @Rio_damar, 2015).

Siapa itu Rio Damar?

            Rio Damar adalah sosok dari pengguna akun ask.fm yang saya analisis. Rio sendiri adalah seorang warga negara Indonesia yang mendapatkan beasiswa Chavening ke Inggris untuk menempuh pendidikan pasca sarjananya. Ia juga terkenal melalui websitenya : http://melela.org yang membahas cerita coming out LGBT dan tanggapan positif masyarakat straight terhadap LGBTQ. Ia sendiri telah sukses melela sebagai seorang gay kepada keluarga dan lingkungannya.

 
            Sebagai salah seorang pengguna Ask.fm yang memiliki banyak penggemar, Rio Damar dapat kita sebut sebagai selebask. Selebask berarti orang yang terkenal di Ask.fm. Sebelum menggunakan Ask.fm Rio kurang banyak diketahui publik. Melalui akun Ask.fmnya itulah ia mulai tenar dengan perspektifnya yang berbeda mengenai homoseksual. Bahkan ia masuk nominasi selebask yang patut difollow. “Kak Rio Damar adalah salah satu mahasiswa Indonesia yang beruntung bisa mendapatkan beasiswa berkuliah di Inggris. … . Keistimewaan lainnya dari Kak Rio adalah beliau menonaktifkan fitur bertanya secara anonim untuk memancing agar penanya akunnya bertanya dengan sopan dan dengan tutur kata yang baik. Cara pandangnya yang ideal mengenai berbagai hal dan paras tampannya membuat akunnya tidak pernah sepi dari pertanyaan. (Marenty, 2015)
            Walaupun ia terkenal melalui Ask.fm bukan berarti ia tidak aktif di jejaring lainnya. Akun Instagram nya memiliki banyak followers. Ia pun sering membagi foto kegiatannya dalam menempuh pendidikannya di Inggris. Jika dia sering mendapat pujian karena pola pikirnya yang terbuka di Ask.fm, di Instagram ia juga mendapat pujian melalui ketampanannya.
            Selaku seorang homoseksual yang sudah come out kepada lingkungan dan keluarga. Ia juga melakukan upaya untuk membantu LGBT lainnya untuk nyaman dengan diri mereka melalui websitenya http://melela.org . Dalam website tersebut ia menuliskan cerita dari sejumlah orang yang telah ia wawancarai mengenai pengalaman come out atau pandangan mengenai LGBT.
            Rio memilih nama melela untuk websitenya sebagai terjemahan langsung dari coming out yang secara istilah merujuk pada pengakuan orang-orang LGBT kepada lingkungannya mengenai orientasi seksualnya. Dalam suatu wawancara, ia menjelaskan sebagai berikut. “It comes from Pramoedya Ananta Toer in his 1951 novel ‘Bukan Pasar Malam’ [‘It’s Not an All-Night Fair’], and means, ‘gracefully revealing one’s true self.’ (Pan, 2014)

            Melalui websitenya ia berharap dapat membantu para LGBT untuk memiliki semangat dan percaya diri dalam hidupnya. Ia juga menginginkan agar diskriminasi tidak berlanjut khususnya di Indonesia. Rio (dalam Pan, 2014) mengungkapkan pandangannya : “As a gay person, it is important for me to remember that I came from a community whose stories have for too long been forgotten or ignored. A community whose life has been ridiculed or misrepresented. But despite all of that, we are also the community that has found love, and understood how to laugh, and to care for one another.
            Selain isu-isu mengenai LGBT, Rio Damar juga terkenal karena prestasinya untuk mendapatkan beasiswa Chavening. Banyak pertanyaan masuk ke akun Ask.fmnya untuk menanyakan mengenai beasiswa tersebut. Rio pun sering sharing mengenai pendidikannya itu baik dalam Ask.fm maupun Instagramnya.
Beasiswa Chevening merupakan program beasiswa global dari Pemerintah Inggris, didanai oleh Kementerian Luar Negeri Inggris dan mitra-mitra dari berbagai organisasi. Sebagai penerima beasiswa Chevening, Rio Damar berkesempatan untuk masuk ke dalam jejaring rekanan pemimpin-pemimpin internasional (Liauw, 2015)

Respons Audiens terhadap Posting Rio Damar

            Melihat pemikiran terbuka yang diunjukkan oleh Rio melalui semua answer nya ternyata mengundang para pengguna Ask.fm untuk kagum dan menjadi penggemarnya. Pemikirannya yang terbuka dinilai keren dan dapat membangun masyarakat Indonesia yang lebih cerdas.
Salah satunya adalah screenshot  berikut

Ada juga yang menyatakan kekagumannya terhadap jawaban cerdas Rio Damar melalui pengiriman question.

Tak hanya penggemar, melalui pikirannya yang rasional, kadang Rio pun menerima hujatan dari pengguna Ask.fm lainnya.


sumber: http://ask.fm/Rio_damar/answers/133360917475/photo (diakses pada 9 Desember 2016 2:37PM WIB)

Walaupun begitu terdapat juga beberapa user yang penasaran, dan menanyakan ke Rio dengan sopan.

Argumen Mengenai Posting Rio Damar

            Hal yang menarik adalah kepercayaan-diri Rio Damar yang mengungkapkan pendapatnya di muka umum, atau dalam hal ini Ask.fm. Walaupun jawaban darinya terkadang berbeda dari apa yang mayoritas katakana, saya tetap menganggap segala jawaban dari Rio Damar bermutu dan bukan asal ceplos saja. Ia pun selalu menggunakan bahasa yang sopan dalam menjawab segala question, terutama yang berkaitan LGBT.
“Setiap orang berhak atas hak yang dimilikinya. Terutama hak mengeluarkan pendapat. Mereka berhak mengeluarkan pendapatnya secara bebas tetapi bertanggungjawab” (Rachma, 2014). Dalam hal ini Rio memanfaatkan haknya dengan sangat baik, ia bahkan tidak menyerang pihak lain secara kasar walaupun banyak question yang ditujukan kepadanya bernada tidak sopan.
"Kebebasan berpendapat dibatasi oleh hak-hak orang lain untuk diperlakukan secara layak dan adil, hak-hak setiap orang untuk mendapati ruang publik yang beradab dan menyejukkan," kata Agus di Jakarta, Kamis (3/11/2016) ( (Hidayat, 2016). Berkaitan dengan pendapat pengamat di atas, menurut saya Rio tidak melanggar hak orang lain dalam menyampaikan segala pendapatnya di akun Ask.fm miliknya.
Bagian menarik lainnya adalah upayanya untuk membentuk masyarakat Indonesia yang lebih open minded. Di Indonesia keberadaan LGBT masih dipandang sebelah mata dan penuh prasangka buruk serta diskriminasi. Untuk itu Rio berusaha mengubah pandangan masyarakat dengan alasan ilmiah yang cukup kuat.
Di Amerika sendiri ataupun dunia Internasional secara umum telah mengeluarkan homoseksual dari gangguan kejiwaan. Organisasi seperti APA melalui buku DSMnya mengungkapkan bahwa homoseksual adalah normal dan bukan pilihan. “Bahkan dalam DSM V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) buku pedoman atau acuan untuk menentukan suatu gangguan bagi psikolog maupun psikiater,  LGBT ini tidak lagi ditulisakan sebagai gangguan kejiwaan (Kurniasari, 2016).
Meski begitu di Indonesia, asosiasi psikiatri masih memasukkan LGB sebagai masalah kejiwaan, dan transgender sebagai gangguan kejiwaan. Kultur Indonesia yang agamis pun sulit menerima kehadiran LGBT ini.
“Secara profesi kami punya pedoman mengacu pada PPDGJ III (Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa). Dalam buku pegangan kami, lesbian, gay, biseksual masuk dalam kelompok ODMK, kalau transgender masuk ODGJ yang perlu mendapat terapi,” kata Dr Danardi kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan. (BBC Indonesia, 2016)
            Pembahasan mengenai LGBT ini menurut saya adalah sesuatu yang sangat happening di masyarakat. Terutama sejak AS melegalkan pernikahan sesama jenis. Sejak itu masyarakat di Indonesia mulai banyak berbincang mengenai LGBT, tak jarang juga masyarakat menghujat orang-orang yang beranggapan LGBT adalah normal, walaupun hal itu terbukti secara ilmiah. Lagi-lagi karena kultur Indonesia yang sangat agamis.
            Melihat konten dari akun Ask.fm Rio Damar, kita sebagai netizen yang cerdas harus pandai memilah informasi. Di dunia yang penuh informasi dan teknologi komunikasi yang maju ini, penting bagi kita untuk mengcrosscheck informasi yang kita terima. Ini bukan masalah Rio Damar benar atau salah, tapi memang sebaiknya kita berpikir skeptis, menyaring info, memilih lebih dari satu sumber, dan mengecek reputasi sumber info (Andriani, 2016).
            Jika dibandingkan dengan celebask lainnya, menurut saya Rio Damar masih lebih baik untuk dikagumi, Di samping jawaban cerdas, dan parasnya, ia juga ramah dan sopan dalam menjawab. Banyak celebask yang hanya mementingkan ketenaran, bahkan rela melakukan hal bodoh demi ketenaran tersebut.

Kesimpulan

            Jawaban Rio Damar mengenai LGBT dan interpretasinya baik untuk kita pelajari. Walaupun mungkin kita memiliki pandangan yang berbeda, kita tidak boleh menutup mata dan berkeras kepala tanpa mau mendengar pendapat orang lain. Sebagai contoh, kita harus bisa menghormati bagaimana Rio memahami realitas homoseksual dengan argumennya. Sebagai pengguna Ask.fm pun kita tidak boleh terpaku pada pendapat kita. Kita juga harus mengecek kebenaran jawaban Rio tersebut.
            Sebagai sesama ciptaan Tuhan, ada baiknya kita tidak mendiskriminasi LGBT, dan tetap menghargai mereka. Jika kita beranggapan hal itu dosa, kita cukup membenci dosanya, dan tetap mengasihi orang tersebut.

           



Referensi

Andriani, D. (2016, Januari 6). Cara Pintar Memilih Informasi Dari Internet. Dipetik Desember 10, 2016, dari E-News: https://www.eannovate.com/blog/326_cara-pintar-memilih-informasi-dari-internet.html
BBC Indonesia. (2016, Maret 17). LGBT bukan masalah kejiwaan: Asosiasi Psikiatri AS surati Indonesia. Dipetik Desember 10, 2016, dari BBC Indonesia: http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160316_indonesia_lgbt_psikiatri_indonesia
Damar, R. (2015, April 14). @Rio_damar. Dipetik Desember 8, 2016, dari Ask.fm: http://ask.fm/Rio_damar/answers/126781194467
Damar, R. (2015, April 14). @Rio_damar. Dipetik Desember 8, 2016, dari Ask.fm: http://ask.fm/Rio_damar/answers/126784382691
Hidayat, F. (2016, November 4). Pengamat Tegaskan Kebebasan Berpendapat di Media Sosial Miliki Batas. (C. Prayogo, Editor) Dipetik Desember 10, 2016, dari Warta Ekonomi: http://wartaekonomi.co.id/berita118989/pengamat-tegaskan-kebebasan-berpendapat-di-media-sosial-miliki-batas.html
Kurniasari, A. F. (2016, Maret 25). Asosiasi Psikiater Amerika: LGBT Bukan Masalah Kejiwaan. Dipetik Desember 10, 2016, dari Anak Gundar: http://www.anakgundar.com/gundar-opinion/2016/03/25/asosiasi-psikiater-amerika-lgbt-bukan-masalah-kejiwaan/
Liauw, H. (2015, Januari 23). Kiat Menulis Esai untuk Beasiswa Chevening. Dipetik Desember 9, 2016, dari Kompas: http://edukasi.kompas.com/read/2015/01/23/09000031/kiat.menulis.esai.untuk.beasiswa.chevening
Marenty, T. A. (2015, Oktober 12). 7 Selebask yang Berciri Khas dan Berwawasan Luas. Dipetik Desember 9, 2016, dari Kompasiana: http://www.kompasiana.com/tria-agda/7-selebask-yang-berciri-khas-dan-berwawasan-luas_561b8817ed9673f9068b456b
Pan, F. (2014, Februari 23). My Jakarta: Rio Damar, Founder of Melela.org. Dipetik Desember 9, 2016, dari Jakarta Globe: http://jakartaglobe.id/features/my-jakarta-rio-damar-founder-of-melela-org/
Rachma, S. B. (2014, September 4). Hak Kebebasan Berpendapat. Dipetik Desember 10, 2016, dari Kompasiana: http://www.kompasiana.com/socabr/hak-kebebasan-berpendapat_54f5dd86a33311f64e8b480f

NOTE : Tulisan ini adalah tulisan saya, dan pernah saya gunakan sebagai tugas kuliah. Mohon maaf apabila format tulisan mengalami sedikit ketidakteraturan karena tulisan ini awalnya ditulis di Ms. Word :)

Comments

Popular Posts