Maskulinitas Melalui Merokok #31harimenulis [DAY 7]



                Benda kecil berwarna putih berukuran kurang lebih 7cm ini memang sangat unik, namun sudah sangat dikenal masyarakat. Siapa sih ga tau rokok? Hampir di setiap tempat yang sudah terjangkau peradaban modern pasti memiliki budaya merokok. Begitu juga dengan di kota-kota besar, rokok telah menjadi part of life yang sangat penting. Rokok ini pun sangat erat berkaitan dengan gender laki-laki.
                Bagi sebagian orang, merokok adalah lambing maskulinitas. Ga sah jadi cowo kalo ga bisa ngerokok! Ngerokok itu bisa menambah kejantanan dan sebagainya. Orang yang merokok itu lebih keren. Ga salah dengan konstruksi pikiran masyarakat yang seperti ini. Ini memang kenyataan yang banyak ditemui di kalangan masyarakat. Melihat pembentukan hubungan antara maskulinitas dengan merokok ini membuat gua berpikir sejenak, kenapa harus ribet-ribet merokok biar disebut jantan, cool, laki, dll.
                Sebenarnya ga ada juga kan parameter kejantanan. Pokoknya begitu lo ngerokok, seketika lo lebih diakui kejantanannya. Dari pandangan gua sendiri, ga ada masalah dengan rokok. Hargai aja siapa yang merokok dan siapa yang tidak merokok. Dan gua sendiri ga memandang merokok meningkatkan maskulinitas, tapi lebih ke pergaulan aja. Orang yang merokok gua pandang sebagai yang udah banyak berkecimpung di berbagai pergaulan, terutama ya yang begitu. Biasanya orang-orang yang merokok ini lebih tau hal-hal yang oleh banyak orang dianggap tabu. Sedangkan yang ga ngerokok yaa keliatan kaya masih polos aja haha.
                Yang gua inget pasti, saat dulu gua pernah sekali waktu naik angkot dari terminal Pulogadung arah Bekasi. Kita yang udah pernah naik angkot pasti maklum banget dengan penumpang atau bahkan supirnya yang juga ngerokok. Walaupun udah banyak sih stiker dilarang merokok beserta cantuman mengenai Perda pelarangan merokok di tempat umum. Nah saat itu gua inget jelas ada salah satu penumpang laki-laki yang kulitnya mulus banget ga berbulu. Suaranya pun ga ngebass sama sekali (gua denger soalnya dia bilang permisi pas mau duduk karena tempatnya agak full saat itu). Gua udah dapat menilai cowo ini agak melambai. Gesture tubuhnya memang menunjukkan demikian sih. But, wait, he lighted a cigarette and smoked! Nah saat dia menyalakan rokok dan mulai ngerokok, gua bisa lihat kalo dia berusaha keras menjaga gesturenya untuk tampil maskulin. Jadi gua bisa ambil kesimpulan kalo dia merokok untuk tujuan maskulinitas. Tapi sayang ya mas, first impressionnya udah hancur duluan wkwk.
                Nah itu salah satu kisah merokok untuk maskulinitas. Gua sendiri masih belum bisa relate kenapa ngerokok bisa-bisanya dikaitkan ke arah situ.

Comments

Popular Posts